W3LCOME TO Heremba Online

Selamat Datang Kawan

Kamis, 22 Juli 2010

ARTIKEL

SELEBRITI DARI KACAMATA PSIKOLOGI"

"Bagaimana tanggapan anda tentang sellebritis di Indonesia"................? (Jawaban lo.......???)

Kalo menurut saya....Sellebritis punya peran penting dalam mempengaruhi lajunya arus sosial... karena setiap sellebritis pasti ada yang nge'Fans ama dia....

Nah... maka sudah pastilah setiap gerak-gerik dari para sellebrtis itu akan di ikuti oleh para Fansnya, baik itu cara makan. tidur, berbicara, berbusana dan cenderung para fansnya akan meniru tingkahlaku aktris ataupun aktor favoritnya.

Contoh kecil saja..... para sellebriti yang lagi naik daun/populer, itu adalah incaran para produser periklanan televisi... karena di percaya bahwa para aktris ataupun aktor mempunyai banyak pengikut atau fans.

Contonya Extra Joss.... sewaktu Group Band Ungu lagi heboh-hebohnya,,, maka mereka di pakai oleh Extra Joss untuk menjadi pemertan di iklannya dan ketika Band Ungu sudah tidak populer lagi... malah di gantika oleh Cinta Laura yang sedang populer akhir-akhir ini..... dan masih banyak iklan-iklan yang lain yang bisa di ambil dan di jadikan contoh dari topik kita di atas.

Dalam teori Modeling (Psikologi) ada yang di sebut teori belajar sosial...

dimana individu dapat belajar langsung dari apa yang di lihat atau di amati. di kaitkan dengan berbagai macam iklan televisi yang di perankan oleh para artis, maka sudah pasti setiap apa yang di iklankan oleh para artis. itu akan di tiru / imitasikan oleh para fansnya: contoh majalah Aneka Yess dengan dengan iklan-iklan fashion yang baru... yang di pajang dengan foto dari para artis, itu dengan harapan bahwa hasil rancangan fashion mereka akan laris di pasaran.

Ada beberapa teori belajar sosial yang di kemukakan oleh Albert Bandura Diantaranya:

A.Hakekat proses balajar

Teori belajar sosial mulai dengan menganalisis dua hal :

1. Teori behavioristik

2. Teori tentang sosialisasi anak

1) Teori Behaforistik

Teori ini memandang belajar itu sebagai hubungan antara stimulus dan respon. Menurut Bandura teori ini mengandung tiga kelemahan :

a) Penelitiannya terbatas dalam situasi laboratoriumsehingga tidak dapat menjelaskan dengan baik tentang belajar dalam situasi alami, yang diteliti hanyalah peniruan individu terhadap serangkaian respons tertentu tanpa memperdulikan ubahan-ubhan sosial yang ada.

b) Teori ini tidak mampumenjelaskan denagn baik tentang diperolehnya respon-respons baru. Dalam situasi alami, oarng berbuat lebih banyak daripada hanya sekedar meniru tingkah laku yang diamatinya.

c) Teori ini hanya menangani belajar langsung, yaitu oarang melakukan sesuatu dan mengalami akibat-akibatnya.

2). Teori tentang Sosialisasi anak

Teori behasioristik hanya terbatas pada hubungan S – R (stimulus – Respons) saja.sedangkan teori belajar sosial beranggapan bahwa hubungan antarpribadi antara anak denagnorang dewasa menyebabkan anak mniru atau menyerap perilaku-perilaku sosial.melalui interaksi sosial anak melakukan identifikasi dengan orang tuanya, dengan kekuasaan, denganperasaan iri dan sebagainya.



1. Hubungan Antara Individu dengan Lingkungan

Menurut teori belajar sosial ,tingkah laku dan lingkungan itu dapat dimodifikasikan; keduanya tidak dapat disebut sebagai penentu utama perubahan tingkah laku .jadi, menurut Bandura ada hubungan tiga arah yang saling mengunci: tingkah laku, ligkungan dan peristiwa-peristiwa batiniah yang mempengaruhi persepsi dan tindakan.

Hubungan antara lingkungan, tingkah laku dan peristiwa-peristiwa batiniah itu sering kali bersifat kompleks. Pada gilirannya ,konsepsi diri sendiri atau seseorang dipengaruhi oleh tingkah luka atau perilaju yang serupa sehingga prasangka-prasangka tersebut mengalami perubuha atau sebaliknya

Hubungan antara tiga factor tersebut adalah reciprocal diterminism, atau diterminisme timbal balik. Istilah determinisme disini tidak berarti bahwa individu itu ditentukan oleh ‘sebab’ yang sudah ada sebelumnya, tetapi bahwa akibat-akibat yang timbul disebabkan oleh peristiwa yang teerjadi.



1. Hasil Belajar

Hubungan tiga arah antara factor tersebut menegaskan bahwa prose kognitif dan factor priubadi lainnya mempengaruhi. Di dalam teori belkajar sosial, belajar dan perforemanc (tingkah laku) itu dibedakan. Seseorang memperoleh kesan-kesan simbolik dari tingkah laku. Kesan-kesan simbolik yang diperoleh seseorang disimpan dalam bentuk kode fungsinya adalah memberikan petunjuk dan bimbingan dalam bartingkah laku di waktu waktu yang akan datang.

Kode-kode tingkah lakuyang diperoleh dari pengamatan itu adalah kode-kode simbolik yang dinamakan system representasional. Sistem ini ada dua macam:visual dan verbal. Termasuk didalam system visual adalah gambar-gambar yang amat jelas dari sytimuli fisik yang sudah tidak ada seperti aktifitas -aktifitas, tenpat-tempat dan benda-benda. Sedangkan sedangkan yang termasuk didalam system verbal ialah peristiwa-peristiwa (seperti prosedur menyusun kalimat), symbol-simbol bahasa, angka-angka, notasi musik dan sebagainya .

2. Komponen Belajar

Dalam situasi alami orang belajar tingkah laku-tingkah laku baru dengan jalan mengamati model model tingkah laku orang lain dan melalui efek-efek perbuatannya sendiri.proses kognitif menyerap informasi dari bermacam-macam tingkah laku yang diamati.informasi ini kemudian disimpan dalam ingatan yang mungkin kemudian akan diujudkan dalam tingkah laku. Sehubungan dengan itukomponen belajar daapat di bedakan menjadi tiga macam, yaitu :model tingkah laku, akibat-akibat tingkah laku dan proses kognitif.

a. Model Tingkah Laku

Peranan utama model tingkah laku adalah memindahkan informasi kepada pengamat. Peranan ini dapat dirinci menjadi tiga macam, yaitu :

1. Sebagai contoh untuk ditiru

2. Mnguatkan atau melemahkan ketahanan pengamat terhadap dilakukannya tingkah laku tertentu.

3. memindahkan pola-pola tingkah laku baru

Sebagai stimulus, model tingkah laku dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu :

1) Model hidup,termasuk disini anggota –anggota keluarga, handai tolan, teman sekerja dan sebagainya dengan siapa seseorang mempunyai hubungan langsung. dalam kehidupan sehari-hari seseorang memperoleh informasi dari hubungansosial ini.

2) Model simbolik, model simbolik adalah gambaran tingkah laku dalam pikiran.dalam kehidupan modern ini media massa merupakan sumber model-model tingkah laku.

3) Deskripsi verbal, deskripsi verbal adalah model yang bukan berupa tingkah laku, tetapi berujud intruksi-intruksi, misalkan serangkaian instruksi untuk merakit peralatan.

b. Akibat-akibat atau konsekuensi-konsekuensi tingkah laku.

Konsekuensi tingkah laku juga merupakan unsur yang penting dalam teori belajar sosial, yang menyangkut tiga macam reinforcement, yaitu :

a) Direc reinforcement, yaitu suatu tipekonsekuensi.peristiwa yang dapt menguatkan tingkah laku baik menyenangkan atau tida menyenangkan.misalkan dengan memberikan hadiah kepada seorang anak yang mendapatkan nilai baik.

b) Vicarious reinforcement, yaitu konsekuensi yang terkait dengan tingkah laku orang lain yamh diamati.

c) Self-reinforcement, yaitu konsekuensi yang berhubungan dengan standar tingkah laku pribdai.



Vicarios Reinforcement

a. Suatu model di beri hadiah agar terujud dalam tingkah laku seseorang.

b. Perilaku orang yang mengamati meningkat frekuensinya.

Sebagai contoh ialah anak yang melihat temannya berkelahi, karena perbuatan berkelahi itu dipuji oleh teman-taman sekelasnya hal itu merupakan reinforcement yang mengarah dilakukannya perbuatan berkelahi di waktu-waktu yang lain.

Selain itu Vicarious reinforcement, juga berfungsi membangkitkan respons-respons yang bersifat emosional. yang nantinya akan membangkitkan rasa puas, bangga, agung dan sebagainya.

Self reinforcement, self reinforcemen ia harus secara sadar diusahakan sendiri oleh seseorang.self reinforcement memiliki tiga unsur :

1. Standar tingkah laku buatan sendiri

2. Kajian-kajian yang memberikan reinforcement dibawah pengendalian sendiri

3. Seseorang sebagai pelaku reinforcement sendiri.

Pada umumnya orang membuat standar tingkah laku bagi dirinya sendiri dan cenderung mrespon s terhadap tingkah lakunya sendiri dengan cara-cara yang menyenangkan kalau tingkah lakunya sesuai atau melampaui standar tersebut.sebaliknya dia akan merespon dengan car mengkritik diri sendiri kalau tingkah lakunya tidak sesuai dengan standar.



c. Proses Kognitif

Dalam teori belajar sosial, proses kognitif memegang peranan penting. Kemampuan seseorang untuk membuat kode, menyimpan pengalaman-pengalaman dalam bentuk lambang yang membayangakn konsekuensi-konsekuensi yang bakal terjadi penting sekali untuk memperoleh dan mengubah tingkah laku.

Pemrosesan kognitif terhadap peristiwa–peristiwa yang mungkin terjadi menjembatani jurang antara tingkah laku dan ahsil tingkah laku. Proses kognitif memiliki empat macam komponen, yaitu : perhatian, retansi, produksi motorik dan motivasi. Perhatia dan retansi mengatur diperolehnya perbuatan-perbuatan yang diamati.berikutnya perbuatan-perbuatan tersebut diatur oleh mekanisme produksi motorik dan motivasi.

1) Perhatian

Menurut Bandura, perhatian itu penting karena tingkahlaku-tinkahlaku yang baru tidak dapat diperoleh kecuali kalau diperhatikan dan di persepsi secara tepat.perhatian ini dipengaruhi beberapa faktor, antara lain karakteristikmodel,karakteristik dan nialai fungsional tingkah laku yang diamati ditentukan oleh reinforcement dari tinkah laku. Tingkah laku yang mempengaruhi perhatian ialah kompleksitas dan relefansi.

Relevansi menunjuk pada arti dan pentingnya tingkah laku yang diamati bagi orang yang mengamatinya. Di antara karakteristik orang yang mengamati ysng mempengaruhi perhatian adalah persepsi ketrampilan mengamati, taraf terbangkitnya emosi,perilaku yang lampau dan kemampuan indrawi. Tarafterbangkitnya emosi dan persepsi mempengaruhi dipilihnya hal-hal yang akan diamat, sedangkan ketrampilan mengamati mempengaruhi ketepatan pemrosesan.

2). Retansi

Retansi berkaitan dengan pengkodean tingkah laku menjadi kode fisual atau kode verbal dan penyimpanannya di dalam ingatan. pentingnya proses ini adalah bahwa orang yangbelajar tidak dapat memperoleh manfaat dari tingkahlaku-tingkah laku yang diamatinya terkecuali kalau tingkah laku itu dikode dan disimpan di dalam ingatan untuk kelak digunakan pada waktu yang lain.

Satu proses retansi yang penting ialahlatiahn atau praktak yang diulang –ulang.proses retansi juga dipengaruhi oleh taraf perkembangan seseorang.

3). Produksi Motorik

Setelah memperoleh kode simbolik,dilakukannya tingkahlaku-tingkahlaku yang diperoleh itu bergantung pada produksi motorik dan motivasi seseorang.produksi motorik ialah memilih dan menyusun rspons-respons pada taraf kognitif, diikuti dengan tindak perbuatan.

4. Motivasi

Ada tiga hal yang berfungsi sebagai motivator yaitu direc reinforcement, vicarios reinforcement, dan self reinforcement.

Ok..... Akhir kata.. Wassalam And Salam Hormat Abdul Gani Heremba, anak perwasak sabiji saja o o o o......


Posted: 24 February,2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Masukkan Kamorang Punya Komentar di bawah ini: